Kasus Keracunan MBG di Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta
- 4 September 202670 korban
SDN 1 Sumberagung; SD Patalan; SD Sawahan; SD Kembangsongo
SPPG Patalan 2
Sebanyak 70 siswa dari empat sekolah di Kabupaten Bantul, yaitu SDN 1 Sumberagung, SD Patalan, SD Sawahan, dan SD Kembangsongo, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Patalan 2.
- 6 Mei 202623 korban
SDN Kowang
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Padukuhan Gerselo, Kalurahan Patalan
Sebanyak 23 siswa SD Negeri Kowang, Bantul, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Padukuhan Gerselo.
- 13 April 202680 korban
SMPN 3 Jetis; SMP Muhammadiyah
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) korwil Jetis
Sebanyak 80 siswa dan guru di Kabupaten Bantul mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menyebabkan operasional SPPG dihentikan sementara.
- 8 April 202619 korban
SDN Monggang
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bantul
Sebanyak 19 siswa SDN Monggang di Pundong, Bantul, mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga bersumber dari susu kotak dan lauk. Pemkab Bantul telah menutup sementara SPPG penyedia makanan tersebut dan mengambil sampel untuk uji laboratorium.
- 2 April 2026156 korban
enam Sekolah Dasar; SD Negeri Monggang; SD Negeri Kategan
SPPG Seloharjo 2; SPPG Srihardono 1
Pemkab Bantul mencatat dua kejadian dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus pertama terjadi di enam Sekolah Dasar di Kalurahan Seloharjo dengan 156 korban siswa yang distribusinya oleh SPPG Seloharjo 2. Kasus kedua melibatkan 19 siswa SDN Monggang dan 1 siswa SDN Kategan dari pasokan SPPG Srihardono 1.
- 31 Oktober 2025237 korban
SD 2 Bakulan; SMPN 1 Jetis; SMPN 3 Jetis; SMP Muhammadiyah Pulokasan; SMAN 1 Jetis
Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bantul yang melibatkan SD 2 Bakulan, SMPN 1 Jetis, SMPN 3 Jetis, SMP Muhammadiyah Pulokasan, dan SMAN 1 Jetis dengan total 237 korban.